Pengertian Hak Asasi Manusia dan Ciri Khasnya

14May10

Prof. Dr. Martino Sardi

Hak Asasi Manusia adalah hak yang ada dan melekat pada diri atau martabat manusia, karena dia adalah manusia. Hak itu ada dalam diri manusia, dan tidak dapat dipisahkan darinya. Hak itu dimiliki oleh manusia, karena dia itu makhluk yang namanya manusia. Hak itu bukannya diperolehnya atau dianugerahkannya dari suatu otoritas negara atau pemerintahan, tetapi dimiliki manusia karena dia itu bermartabat manusiawi . Justru karena sebagai manusia maka manusia itu memiliki Hak-Hak yang Asasi, hak yang fundamental, yang tidak dapat dipisahkan atau diceraikan dari dirinya sendiri. Kalau haknya itu dipisahkan dari sang manusia itu, maka nilai kemanusiaannya atau martabatnya itu akan merosot, direndahkan, dihina dan dirong-rong. Dan dia tidak dihargai sebagai  manusia lagi.

Dalam Undang-Undang No. 39 tahun 1999 mengenai Hak-Hak Asasi manusia dirumuskan: “hak asasi manusia merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia, bersifat universal dan langgeng, oleh karena itu harus dilindungi, dihomati, dipertahankan, dan tidak boleh diabaikan, dikurangi, atau dirampas oleh siapapun” , dan “Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikatnya dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia” .

Itulah sedikit pengertian konsep Hak Asasi Manusia. Suatu hak yang benar-benar ada di bagian inti yang terdalam pada diri manusia, sebagai manusia. Kalau manusia itu mati, maka haknya yang asasi itu habislah sudah. Hak Asasi manusia itu dibatasi oleh kematian. Dengan kematian itu segala hak yang dimilikinya selagi dia itu hidup, berarti selesai dan mencapai batas akhirnya. Oleh karena itu, hanya manusia yang hidup inilah yang dapat mempunyai Hak Asasinya, lain tidak. Karena itu, kalau kita berbicara mengenai Hak Asasi, maka pengertian kita terarah pada suatu konsep yang jelas, yakni manusia yang hidup .

Dalam rangka itu, daftar hak-hak yang terdapat dalam Deklarasi universal mengenai Hak-hak Asasi Manusia  yang diproklamasikan oleh PBB pada tanggal 10 Desember 1948 itu mempunyai nilai universal yang penting, yang di kemudian hari dilengkapi dengan dokumen-dokumen PBB selanjutnya , yang pada intinya mau melindungi hak-hak setiap orang serta memberikan garansinya.

Dengan adanya perkembangan jaman, dan lajunya perubahan di dunia ini, negara Indonesia juga mau memperhatikan soal Hak-hak Asasi Manusia. Lebih dari seperempat abad pemerintah Indonesia selalu berputar-putar mau mempertahankan diri di balik pelaksanaan Hak-hak Asasi Manusia  seturut Pancasila dan UUD 1945, namun dalam kenyataannya Hak-hak Asasi Manusia  tetap masih belum mendapat respeknya secara yuridis. Baru mulai dengan TAP MPRRI no.XVII/MPR/1998 tentang Hak-hak Asasi Manusia , disusul dengan Undang-Undang no. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia , selanjutnya tanggal 18 Agustus 2000 dengan Perubahan Kedua UUD Negera Republik Indonesia tahun 1945, bab XA mengenai Hak Asasi Manusia, dan dilengkapi dengan Undang-Undang no. 26 tahun 2000 mengenai Pengadilan Hak Asasi Manusia , negara kita mempunyai suatu kerangka dasar untuk memperhatikan Hak-hak Asasi Manusia. Namun kerangka dasar itu masih harus dilengkapi dengan suatu instrumen yuridis yang mampu melindungi hak-hak warganya dari pelanggaran Hak-hak Asasi Manusia.

Instrumen yuridis itu berupa hukum yang jelas, adil dan pasti; serta perlunya untuk segera dibentuk adanya pengadilan Hak-hak Asasi Manusia  yang kokoh kuat dengan hakim-hakim yang tangguh, jujur, adil dan mau menjunjung tinggi Hak-hak Asasi Manusia. Selain itu seharusnya ada prosedur pengaduan atas pelanggaran Hak-hak Asasi Manusia jelas dan cepat ditanggapi. Dengan demikian pelanggaran Hak-hak Asasi Manusia  tidak akan merajalela., dan kepastian hukum dapat menjamin kesejahteraan rakyat . Selama kepastian hukum itu masih menjadi persoalan, rakyat tidaklah akan dapat hidup sejahtera, bahkan rakyat  tidak jarang akan menjadi korban kejahatan sesamanya . Hak-Hak Asasi Manusia haruslah mendapat jaminan perlindungannya.

Adapun karakteristik dari Hak-Hak Asasi Manusia adalah universal; berlaku umum di mana saja tetap sama; mutlak tidak dapat ditawar-tawar; tak terpisahkan darihidup manusia; langgeng, kekal-abadi; tidak boleh dilecehkan oleh siapapun. Hak-Hak Asasi Manusia itu sungguh-sunggu merupakan hak yang dasariah, fundamental dalam kehidupan manusia itu sendiri.

Penulis Direktur Pusat Studi HAM dan Demokrasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta. E-mail: jserena@tiscali.it, msardi29@gmail.com.

About these ads


No Responses Yet to “Pengertian Hak Asasi Manusia dan Ciri Khasnya”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: