Sementara mBajak dihukumi mubah…

04Dec07

Memang sudah diumumkan di milis cah-cah Leiden sebelumnya, jika dari tanggal 30 November sampe 2 Desember akan ada pameran buku. Orang Londo sih nyebutnya: Boekenfestijn. Tidak ada rencana untuk berangkat sebenarnya. Pertama, badan yang sedang kurang fit apalagi cuacanya yang sedang Belanda banget…(wis adem tur angine kenceng). Yang kedua nih yang lebih bikin ragu-ragu. Sangat yakin, jika buku2 yang digelar pasti tidak ada yang mampu menarik perhatianku… (ih…macam orang penting aja, he..he..). dan pasti mahal deh.  Tapi…..Denger2 gosip katanya bukunya murah2 dan mumpung nggak terlalu jauh tempatnya, di Amsterdam RAI (yo kiro2 Londo bagian barat utara sana lah.. Schipol terus ngalor njur belok kanan sitik…), akirnya aku berangkat juga. Toh, misale gak ada buku yang menarik, diniate wae jalan2.

Naik stop trein….yo biasa gitu sambil gojekan gak terasa sampe Amsterdam RAI. Turun tangga trus jalan. Lumayan jauh juga, 10 menitan lah. Untung masuknya gratis… Coba kalo mbayar? pasti keluar slogan: gak melbu yo gak pate’en. Sudah berkorban tiket kereta kok masih mbayar tiket masuk…Iya nggak? Dasar kere…  namanya juga dapet beasiswa, jiwa gratisan.

Bayanganku pamerannya kayak di Jogja gitu… banyak stand2 penerbit dan kita bisa masuk dan liat2 satu per satu. Ternyata dugaanku sama sekali salah.
Nggak ada stand2 gitu. Yang ada hanya display buku2 di meja yang panjang, berderet-deret, diklasifikasi berdasar jenis dan tema buku. Ada sejarah, roman, cuisine, puzzle, farmasi/kedokteran, dan laen-laen. Buku yang dijual beraneka ragam. Sayangnya ya itu… sebagian besar pake bahasa Londo.

Kayak orang thowaf, aku putari satu per satu dari meja satu ke meja yang laen. Kalo ada speedometer, kira2 berapa kilomter sudah kutempuh ya? he..he.. Pertama sih apatis dan agak gelo, kok bukunya kayak gitu semua…ra serius. Maksude gak tertulis dalam bahasa yang formal akademik ilmiah dan seterusnya lah. Novel banyak banget, padahal jenis itu yang paling gak kusuka.  

Sampailah di meja sejarah… nah dari situlah aku mulai tertarik.. buku2nya National Geographic yang kalo di Indonesia harganya selangit itu, di sana dijual murah (untuk ukuran Euro lho…maaf kalo dikurs ke rupiah tetep aja terasa mahal, he..he..). Masak buku Concise sejarah dunia yang super lux itu cuma 7 euro an… Gambar-gambarnya juga bagus, sangat attractive deh…

tumpukan.jpg

Saat itu langsung terbayang. Ini gimana ngitung cost product nya. Wong setahuku para penerbit di Indonesia justru berlomba-lomba migrasi dari kertas putih ke kertas CD import (buram deh) untuk menekan biaya produksi. La kok di sini, buka dicetak di atas kertas Art paper dan hard cover. Gak mudeng aku….

Kadang gak fair ya? Negara Barat yang kenyataanya lebih maju, produksi dan harga jual bukunya kayak gitu. Ya wajar donk mereka yang lebih pinter dan maju….La di Indonesia, taruhlah ensiklopedi tematis terbitan Ichtiar Baru van Hoeve satu paket aja dijual berapa? Jutaan. Mana kuat orang2 kita beli… Mentok-mentoknya pinjem di perpus ato, kendati tanggung resiko dosa, foto copy dibajak. Paling-paling jatuhnya 250 rb.

Mau nyalahin pemerintah kok ya percuma. Nyatane mereka juga gak bisa ngapa2in. Mikirin udele dewe2. Ya sudahlah…untuk sementara mBajak hukumnya dimubahkan saja daripada masyarakat kita semakin bodoh… Maaaf ya para penerbit…Peace!!!



One Response to “Sementara mBajak dihukumi mubah…”

  1. whehehe.. iyah pak, fotokopi lagi fotokopi lagi… kadang perpustakaan tempat saya kerja males beli bukunya (entah males perginya or males ngeluarin duitnya..duitnya kemana ya ?)jadi buku asli difotokopi trus dibending pak hard cover dan diperbanyak. Ssst…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: