Tokoh Agama Mendorong Terciptanya Kehidupan Keluarga yang Adil Gender

27Nov08

Berikut merupakan materi Konferensi Pers mengakhiri program ‘Penguatan Pemahaman dan Sikap Keagamaan Adil Jender dalam Keluarga’ pada tahun kedua yang dilaksanakan oleh Pusat Studi Islam UII dan CORDAID, Belanda.

Pengantar

1.      Program ini berangkat dari sebuah keyakinan bahwa secara doktrin-normatif, ajaran agama-agama yang termuat dalam teks suci adalah adil dan setara gender. Namun ketika sudah berada pada wilayah pemahaman, yaitu hasil interaksi antara umat beragama dengan teks, kerap kali ajaran di dalamnya banyak terdistorsi. Distorsi tersebut terutama disebabkan pola pikir patriarkis yang telah mengakar kuat di dalam masyarakat

2.       Penelitian tentang ‘Pemahaman dan Sikap Keagamaan terhadap Keadilan Jender dalam Keluarga di DIY’ yang dilakukan PSI-UII bekerjasama dengan CORDAID pada tahun 2007 merekomendasi bahwa penguatan program pembangunan dan pemberdayaan gender oleh pemerintah menjadi niscaya. Pembangunan ini harus diarahkan pada peningkatan kapasitas belajar sosial warga yang mampu menjawab masalah kekerasan dalam rumah tangga.

3.      Selain itu, dan yang lebih penting, upaya itu didukung oleh pengembangan sumber-sumber pembelajaran dan konteks belajar melalui jalur pendidikan informal pada kelompok-kelompok kajian keagamaan yang sudah berjalan efektif di masyarakat.

4.      Berpijak pada rekomendasi kedua inilah, Pusat Studi Islam UII melaksanakan beberapa aktifitas penguatan pemahaman dan sikap keagaman yang adil jender. Pengembangan kerukunan umat beragama dan menjaga keutuhan serta keharmonisan keluarga selalu menjadi semangat dalam aktifitas yang kita laksanakan.

 

Rincian Program

Secara sederhana, kegiatan dalam tahun kedua ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.      Penyusunan kurikulum dan modul ‘Living with Gender Equality in Family’

Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap kegiatan, yaitu workshop kurikulum dan penyusunan kurikulum. Modul ini disusun berdasar hasil riset oleh tim yang terdiri dari para perwakilan (community organizers) dari semua agama yang telah ditunjuk dan peneliti PSI-UII. Secara umum, modul ini mencakup 6 topik utama, yaitu pengertian jender secara umum, relasi dalam keluarga berbasis adil jender antara suami-istri dan anak-anak, kepemimpinan yang adil jender dalam keluarga, poligami dan kawin sirri, perkawinan dan kewarisan beda agama, dan kebijakan pemerintah yang berperspektif adil jender.

2.       Training of Trainers (TOT)

Sebelum disosialisaikan kepada masyarakat, materi dalam kurikulum dan modul itu diujicoba dalam TOT. Peserta TOT ini adalah para tokoh agama atau pengelola kelompok kajian keagamaan yang akan menyampaikan pesan-pesan keagamaan adil jender dalam komunitas pengajiannya.

3.      Sosialisasi dan pendampingan masyarakat

Pendampingan merupakan kegiatan sosialisasi kurikulum dan modul adil jender dan melibatkan representasi kelompok-kelompok kajian kegamaan dalam lima agama (Budha, Hindu, Islam, Katolik, Protestan) di DIY selama 3 bulan.

a.       Pendampingan kelompok Kajian Puja Bakti Budha di Vihara Giri Dharma

b.      Pendampingan kelompok Pesantian Hindu di Pura Jagat Natha Plumbon.

c.       Pendampingan kelompok Majlis Ta’lim Islam di 3 kelompok, yaitu: pengajian ibu-ibu Assalam di Mushalla Assalam Sorogenen II, pengajian remaja Karisma di Masjid al-Jannah Sunten, dan pengajian keluarga Rejowinangun.

d.      Pendampingan kelompok Pemahaman al-Kitab Katolik di 3 kelompok, pertemuan, yaitu Baciro I, Paguyuban St. Yohanes Salib Ganjuran, dan Komunitas Ordocarmelitarum Discalceatorium Sekulir (OCDS) Ganjuran.

e.       Pendampingan kelompok Pendalaman al-Kitab umat Protestan di 3 kelompok, yaitu: kelompok bapak di GKJ Induk Ambarukmo, kelompok  ibu di GKJ Ambarukmo Nologaten, dan kelompok remaja di GKJ Cangkringan.

 

Kesimpulan dan temuan

1.      Pendidikan masyarakat, melalui kelompok kajian keagamaan, ternyata cukup efektif dalam mentransformasi tafsir agama yang adil jender.

2.       Materi-materi dalam kurikulum dan modul yang disusun oleh Tim PSI-UII ternyata cukup menarik perhatian para peserta kajian keagamaan. Ini terbukti dari antusiasme dan tingkat partisipasi mereka dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Kami yakin, secara kognitif paling tidak, modul tersebut cukup memengaruhi pola pikir umat beragama yang cenderung patriarkhis.

3.      Dari enam tema dalam modul, tema perkawinan lintas agama dan poligami tampaknya masih menyisakan ruang debat yang ekstensif dan terbuka. Kajian akademik interdisipliner tentang dua tema itu sangat dibutuhkan masyarakat.

4.      Yang menakjubkan, dalam beberapa pertemuan pendampingan, para tokoh maupun umat agama di DIY menyatakan kehausannya terhadap forum-forum kajian keagamaan yang pluralis, inklusif dan lintas agama. Melalui forum itu, mereka berharap dapat melakukan sharing dan tukar pendapat dan saling memahami perbedaan.

 

Pernyataan posisi

Berdasar kegiatan-kegiatan dan temuan-temuan pada program tahun kedua, Pusat Studi Islam UII menyatakan:

1.      Mendorong para pemangku kepentingan, meliputi pemerintah, legislatif, dan elit masyarakat, untuk berpartisipasi serta memfasilitasi pembangunan keluarga yang harmonis dan adil jender melalui jalur pendidikan masyarakat.

2.       Mengharap para tokoh agama-agama untuk mengembangkan pola tafsir kitab suci yang memihak kepada keadilan jender untuk disosialisasikan dalam kelompok-kelompok kajian keagamaan.

3.      Mengajak umat beragama untuk menjaga semangat kerukunan umat beragama dan mengedepankan pendekatan komunikatif (saling memahami) melalui dialog dalam forum-forum lintas agama. Di bidang jender, diharapkan mereka mampu mengembangkan sikap dan perilaku yang adil jender dalam membangun kehidupan keluarga.

Pusat Studi Islam UII

Demangan, 27 November 2008



No Responses Yet to “Tokoh Agama Mendorong Terciptanya Kehidupan Keluarga yang Adil Gender”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: